Bulan Ramadhan Akan Kita Tuai Pahala Tanpa Batas

عَنْ صُهَيْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: ((عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ )). رواه مسلم

Artinya: Dari Shuhaib ra ia berkata, Rasulullah saw bersabda: “Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin, setiap perkara baik baginya dan hal ini tidak dimiliki kecuali oleh orang mukmin, jika ia diberikan kesenangan, ia bersyukur dan hal ini baik baginya dan jika ia ditimpa musibah iapun bersabar dan hal ini baik baginya.” (HR. Muslim)

Hadits di atas menggambarkan betapa takdir Allah yang terjadi pada diri seorang mukmin semua akan dihadapi dengan sikap yang selalu dalam koridor-Nya. Bila mendapatkan nikmat kesenangan, maka seorang mukmin akan bersyukur dan bila mendapatkan musibah, maka akan disikapi dengan kesabaran.

Kedua sikap itu sama baiknya, dan masing-masing akan mendapat pahala dari Allah SWT.

Pada sifat sabar yang melekat pada diri seorang mukmin, akan tampak keindahan yang paripurna dari ajaran Islam yang mulia. Para ulama telah menjelaskan tentang makna sabar yaitu menahan diri dari rasa kesal, menahan lisan dari berkata yang mengandung dosa dan menahan anggota badan dari melakukan hal-hal yang dimurkai Allah swt.

Dalam beberapa hari ke depan kita akan memasuki bulan Ramadhan, bulan yang akan menempa kesabaran kita selama beribadah mengharap ridha Allah SWT.  Kesabaran yang akan kita jalani selama bulan Ramadhan meliputi 3 hal :

  1. Bersabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah swt dan Rasul-Nya. Secara umum, melakukan berbagai ketaatan adalah suatu beban dan berat sehingga seorang muslim sangat membutuhkan banyak kesabaran dalam menjalankan perintah-perintah syari’at. Terutama di bulan Ramadhan, ladang amal terbentang luas, yang dalam pelaksanaannya membutuhkan kesabaran agar bisa optimal dalam menjalaninya. Berbagai janji Allah yang Maha Benar bertebaran di bulan mulia ini bagi orang yang berpuasa, sholat tarawih, tilawah Al Qur’an, zakat, sedekah dan ibadah sunnah lainnya.

 

  1. Bersabar dari melakukan kemaksiatan. Setiap manusia pada dasarnya memiliki hawa nafsu yang buruk serta bisikan setan yang licik. Dan faktor itulah yang sering mengajak manusia dan menggiringnya untuk melakukan kemaksiatan itu. Oleh karena itu seorang muslim harus bersabar, menahan dan menepis semua rayuan dan bisikan buruk itu agar ia terselamatkan dari kebinasaan. Selama kita berpuasa, banyak hal mubah yang dilarang untuk dilakukan. Maka hanya dengan kesabaran dan keikhlasan, semua bisa kita hindari dengan semaksimal mungkin.

 

  1. Bersabar dalam menghadapi takdir Allah swt yang menyakitkan. Takdir Allah swt tidak selamanya disukai oleh manusia, sekalipun pada hakikatnya semua takdir Allah itu baik bagi manusia itu sendiri. Sesungguhnya berlepar-lapar ketika bulan Ramadhan dan berhaus-haus di saat cuaca sedang panas, semua terasa berat bagi orang yang menjalaninya. Hanya dengan bersabar, semua rasa berat tadi akan menjadi manis bagi orang yang beriman.

 

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Muslim dari Hadits Abu Qotadah radhiyallahu ‘anhu, bahwa  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

((صَوْمُ شَهْرِ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ))

“Puasa bulan kesabaran dan puasa tiga hari di setiap bulan adalah puasa sepanjang tahun”.[Musnad Imam Ahmad  (7567، 8965) dan Imam Muslim  (1162), dan ini lafadz riwayat Imam Ahmad].

Kita meyakini bahwa setiap kali seorang hamba bersabar dengan ikhlas karena Allah, maka Allah akan senantiasa bersamanya, karena sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang bersabar dengan pertolongan, taufik, pengokohan dan pelurusan dari-Nya.

Allah Ta’ala berfirman tentang balasan orang-orang yang bersabar dan pahala mereka:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” (Az-Zumar:10).

Semoga Allah melimpahkan kita taufiq agar dapat menunaikan hak di bulan Ramadhan ini dan menghiasi hati kita dengan kesabaran.

Referensi :

–              www. elmajalis.com

–              https// muslim.or.id

Penulis :

Ratih Nur’aini Lathifah, ST