Dukanya Pulau Seribu Masjid

Oleh : Ratih Nur’aini Lathifah

Syahdan, dahulu pulau Lombok nan indah dan kerap menjadi tujuan wisata itu dikenal dengan pulau seribu masjid.  Tak hanya karena jumlah masjid yang banyak berdiri di sana, namun juga banyaknya para penghafal Al Qur’an yang lahir dari pulau Lombok, menambah tinggi semangat berIslam para warganya.

 

Kini pulau seribu masjid itu tengah berduka. Julukannya berubah menjadi pulau puluhan ribu tenda pengungsian. Dari ujung pulau Lombok seperti Lombok timur, Lombok Tengah, Kota Mataram, Lombok Barat dan kabupaten Lombok Utara banyak mendirikan tenda pengungsian di tempat-tempat yang aman.

Para penghuni tenda itu serasa masih dibayang-bayangi oleh musibah yang berturut-turut mereka alami sejak 29 Juli 2018. Gempa bumi yang terjadi secara terus menerus membuat rasa aman mereka menjadi semakin jauh berkurang. Puncaknya terjadi saat gempa bumi berkekuatan 7,0 SR yang mengguncang pulau ini.

Dengan adanya kejadian gempa bumi pertama tanggal 29 Juli 2018 dengan kekuatan 6,4 SR, lalu disusul gempa dengan kekuatan 7,0 SR tanggal 5 Agustus dan gempa susulan 6,2 SR tanggal 9 Agustus 2018  tentunya membuat warga banyak yang mengalami luka-luka, kerugian materiil, dan bahkan korban jiwa juga berjatuhan.

Banyak kisah haru yang dialami warga, diantaranya seorang ibu di desa Puyung Waker Sumpak di kabupaten Lombok Tengah mengaku masih trauma akan peristiwa gempa dahsyat yang membuat rumahnya roboh dan nyaris mengubur dirinya bersama putri kecilnya. Kala itu Fitri tengah berusaha menyelamatkan diri sambil menggendong anaknya saat reruntuhan bangunan menimpanya.

“ Saya luka di bagian kepala karena tertimpa reruntuhan bangunan. Perut saya sakit menggendong anak saya ketika mencoba menahan tembok yang mau runtuh”, kata fitri seperti dilansir Antara. Sementara anak perempuannya yang masih balita menderita benjol di kepala.

Musibah yang dialami oleh warga Lombok ini telah memberikan kesempatan bagi kita untuk bisa beramal meringankan duka mereka yang mengalaminya.

Setitik cahaya yang kita pancarkan, in syaa Allah menjadi secercah harapan bagi mereka. Sebab duka mereka adalah juga duka kita, bahagia mereka juga adalah bahagia kita.

 

Rekening Donasi Peduli Lombok  :

Syariah Mandiri : 701.002.334.8

Mandiri : 127.000.3070.602

BCA : 733.041.2008

a.n Yayasan Wihdatul Ummah

 

Informasi & Konfirmasi :

0816 736 763 (Hotline WU)