Karena Rahmat Allah, Kita Merindu Surga

Setiap kali membaca ayat Al Qur’an yang menggambarkan tentang keindahan surga, betapa hati kita berharap kelak akan menjadi salah satu penghuninya. Begitu juga sebaliknya, di kala kita mendapati gambaran tentang siksa api neraka, maka seketika hati kita dirundung rasa takut dan berharap dijauhkan darinya.
Rasa takut dan harap itu menjadi dorongan kuat bagi kita untuk beramal. Kita ingin Allah ridho terhadap amal-amal kita dan memberikan takdir terbaik berupa perjumpaan yang indah denganNya di surga. Sebagaimana yang kita yakini bahwa Allah akan memberikan balasan dari amal-amal perbuatan kita sesudah kita dibangkitkan dari kubur. Maka hendaknya kita menyiapkan segala sesuatunya untuk perjumpaan tersebut.

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (QS. Al-Kahfi: 110)

Semua tak ada yang sia-sia, sekecil apapun amal akan mendapatkan balasan dari Allah. Bahkan amal shalih dapat menutup dosa seorang hamba yang tergelincir pada kemaksiatan.
Rasulullah shallahualaihiwasallam bersabda,

اتق الله حيثما كنت ، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن

Bertakwalah kepada Allah dimanapun anda berada. Iringilah perbuatan dosa dengan amal kebaikan, karena kebaikan itu dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik. “( HR. Ahmad 21354, Tirmidzi 1987, ia berkata : ‘hadits ini hasan shahih)

Pelajaran dari hadits ini, bahwa seorang hamba apabila terjatuh dalam dosa, hendaklah bersegera menghapusnya dari catatan amal, supaya ia terhindarkan dari segala dampak buruk yang akan timbul dari dosa yang ia lakukan. Oleh karenanya Nabi shallallahualaihi wa sallam bersabda,

وأتبع السيئة الحسنة تمحها…

..iringilah perbuatan dosa dengan amal kebaikan, karena kebaikan itu dapat menghapusnya.

Betapa Allah Maha Penyayang, karena dengan rahmatNya dosa-dosa kita bisa ditutup dengan amal shalih yang kita lakukan. Bukti dari sifat Maha penyayangNya, Allah juga menjanjikan surga sebagai balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan beramal shalih.

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun`alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. An-Nahl ayat 30 -32).

Selain itu juga Allah berfirman : “Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shalih, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekadar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran”. Dan diserukan kepada mereka: “Itulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Al A’raaf : 42-43)

Namun sebesar dan sebanyak apapun amal yang kita lakukan, tak pantas bila semua itu menimbulkan rasa ‘ujub dalam hati. Karena amal kita tidak mampu menggantikan surga Allah.
Sementara itu menurut Hadist Nabi SAW disebutkan bahwa: Dari Jabir, ia berkata: saya pernah mendengar Nabi SAW bersabda: “Amal shalih seseotang di antara kamu tidak dapat memasukkannya ke dalam surga dan tidak dapat menjauhkannya dari azab api neraka dan tidak pula aku, kecuali dengan rahmat Allah.” (Riwayat Muslim; kitab Shahih Muslim, Juz II, halaman 528)

Dalam riwayat lain: Dari Abi Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: “Amal shalih seseorang diantara kamu sekali-kali tidak dapat memasukkannya ke dalam surga.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Hai Rasulullah, tidak pula engkau?” Rasulullah menjawab, “Tidak pula aku kecuali bila Allah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepadaku.” (Riwayat Muslim; kitab Shahih Muslim, Juz II, halaman 528)

Mengenai keterkaitan ayat tentang amal dan hadits tentang rahmat Allah, Imam Muhyiddin An-Nawawi dalam kitabnya Syarah Shahih Muslim, beliau mengatakan: “Ayat-ayat itu berarti bahwasanya masuknya seseorang ke dalam surga karena amal ibadahnya, kemudian mendapat taufik untuk melakukan amal ibadah itu dan mendapat hidayah untuk ikhlas dalam ibadah sehingga diterima di sisi Allah, adalah berkat rahmat Allah dan karunia-Nya”. (Kitab Syarah Shahih Muslim, juz XVII, halaman 160-161)

Hikmah dari keterangan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut, bahwa mula-mula Allah menurunkan syariat-Nya dulu, kemudian memberikan karunia (fadhal) dan rahmat-Nya yang akan menyebabkan seseorang mampu melakukan amal shalih, setelah seseorang melakukan amal shalih maka Allah Ta’ala memberikan lagi karunia dan rahmat-Nya berupa surga. Dan surga itu hanya diberikan sebagai balasan atau hadiah bagi seseorang yang telah melakukan amal shalih.
Jika dibandingkan antara amal shalih kita dengan rahmat Allah, maka sungguh amal kita yang banyak cela ini tak akan mempu menggantikan surga Allah yang sempurna penciptannya. Karenanya tak layak bagi kita untuk merasa bangga atas amal amal yang kita lakukan, namun tak pantas juga kita merasa berputus asa atas dosa yang telah kita lakukan, sebab rahmat Allah luas tak terbatas.

Wallahu’alam bi shawab.


Penulis

Seorang hamba Allah bernama lengkap Ratih Nuraini Lathifah ini gemar minum teh di pagi hari. Pernah menyelesaikan pendidikan di jurusan Teknik Fisika ITS Surabaya dan kini menikmati aktivitas sebagai ibu bagi kedua anak lelakinya. Minatnya cukup besar terhadap dunia kepenulisan, bersama temannya pernah menuliskan buku parenting, “ Ya Allah Jadikan Aku Sekolah Terbaik untuk Anakku” yang diterbitkan oleh Qultummedia dan buku antologi cerpen, “Serpihan Kenangan” yang diterbitkan oleh Quanta Elexmedia Computindo. Beberapa buku lainnya dicetak secara indie, antara lain, “Kasih Ibu Menembus Batas”, “Selaksa Cinta Berjuta Warna”, dan “Asyiknya Menulis”. Kini terlibat dalam jajaran redaksi blog “Kelas Kayu”, dan mendedikasikan diri untuk mengisi pelatihan kelas menulis di Sekolah Alam Indonesia.
Dapat dihubungi melalui email : menantupakhamid@yahoo.co.id