Santunan Anak Yatim RW.05 Kel. Srengseng Sawah Kec. Jagakarsa Dari Yayasan Wihdatul Ummah

DSC_0055 Santunan1

 

 

 

 

 

 

Ketua Dewan Penyantun Yayasan Wihdatul Ummah Hj. Rifkoh Abriani, S.Pd.I memberikan secara langsung Penyerahan Santunan Anak Yatim di RW. 05 Kel. Srengseng Sawah Kec. Jagakarsa

Dalam rangka peresmian kantor baru sebagai sekretariat pada hari Ahad, 17 Mei 2015, Yayasan Wihdatul Ummah memberikan santunan anak yatim yang diberikan secara langsung oleh Ketua Dewan Penyantun Hj. Rifkoh Abriani, S.Pd.I yang ditujukan kepada anak -anak yatim wilayah sekitar kantor di RW.05 Kel. Srengseng Sawah Kec. Jagakarsa – Jakarta Selatan.

Terima kasih atas bantuan semua pihak yang telah mendukung dan membantu dalam Program Santunan Anak Yatim yang langsung di bawah naungan Yayasan Wihdatul Ummah, berkat kerja keras dan motivasi kita untuk membantu sesama muslim dan muslimat khususnya anak yatim yang khusus perlu dibantu dan diberi arahan untuk menjadi manusia yang berguna dan manfaat karena anak yatim adalah suatu penyejuk hati kita menuju syurga yang tiada gantinya dengan hal apapun.

Dalam sambutannya Penasehat Yayasan Wihdatul Ummah Ust. Hidayaturrahman, S.Pd.I mengatakan, Allah SWT menyuruh kita untuk memperlakukan anak yatim dengan baik seperti saudara sendiri, dan bahkan lebih mengutamakan mereka. Sedangkan dalam ayat lain, seperti yang difirmankan Allah SWT dalam surah Ad-Dhuha ayat 9 (93:9), kita dilarang memperlakukan anak yatim secara sewenang-wenang. Berkah anak yatim akan Allah berikan kepada keluarga itu, hingga mereka berhasil dan menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah. Perjuangan hidup memang membutuhkan ketabahan, kegigihan, dan sikap positif, karena biasanya perjuangan itu memakan waktu yang lama. Sikap sabar dan berbaik sangka juga sangat penting.

ANJURAN RASULULLAH MENYAYANGI ANAK YATIM
اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي فِيهِ رَحْمَةَ الْأَيْتَامِ وَإِطْعَامَ الطَّعَامِ وَ إِفْشَاءَ السَّلامِ وَ صُحْبَةَ الْكِرَامِ بِطَوْلِكَ يَا مَلْجَأَ الْآمِلِينَ
Artinya: “Ya Allah Berilah aku rezeki berupa kasih sayang terhadap anak yatim dan pemberian makan dan penyebaran salam dan pergaulan dengan orang-orang mulia, dengan kemuliaan-Mu. Wahai tempat berlindung bagi orang-orang yang berharap”.
Anak yatim sangat membutuhkan kasih sayang. Karena kasih sayang setidaknya dapat memenuhi kesedihan akibat kehilangan orang tua. Itulah mengapa Islam sangat menganjurkan umat Islam untuk menyayangi mereka sama seperti anaknya sendiri. Apabila mereka yang menyia-nyiakan anak yatim maka mereka akanmendapat kemurkaan Allah Swt.Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya:
1.      “Bersikaplah kepada anak yatim, seperti seorang bapak yang penyayang.” (HR. Bukhori).
2.      “Siapa yang mengasuh anak yatim dan berbuat baik pada mereka akan dijadikan baginya tirai pelindung dari api neraka”. (HR. Bukhori).
3.      “Barangsiapa yang menanggung anak yatim di rumahnya yakni ia diberi makan dan minum (sama dengan makan dan minumnya), maka Allah SWT akan memasukkan ia di surga, kecuali jika ia melakukan dosa yang tidak dapat diampuni”. (HR. Turmudzi).
4.      “Barang siapa mengurus anak yatim yang memiliki harta, hendaklah ia perniagakan, dan janganlah membiarkannya (tanpa diperniagakan) hingga habis oleh sedekah (zakat dan nafakah)”. (HR. Tirmizi, Daraquthni, dan Baihaqi dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya Abdullah bin ‘Amr bin Ash).
5.      “Sebaik-baik rumah kaum muslimin ialah rumah yang terdapat di dalamnya anak yatim yang diperlakukan dengan baik dan seburuk-buruk rumah kaum muslimin ialah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim, tapi anak itu diperlakukan dengan buruk”. (HR. Ibnu Majah).
6.      Dari Abu Hurairah r.a.Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baiknya wanita adalah yang paling sayang terhadap anak yatim yang masih kecil..” (HR. Muslim).
7.      Rasulullah SAW bersabda: “Sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi ? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi .(HR Thobroni, Targhib, Al Albaniy : 254).
8.      “Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim diantara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga”. (HR. Abu Ya’la dan Thobroni, Shohih At Targhib, Al-Albaniy : 2543).