Sedekah Milenial

Ratih Nur’aini Lathifah

Ngaji ODOJ gratis makan

Cukup menarik jika kita berbicara tentang generasi millenial. Sebab topik ini sedang hangat dibicarakan, baik dari segi teknologi, pendidikan, maupun moral dan budaya.  Tentu kita semua ingin mengetahui siapa sebenarnya mereka yang disebut dengan generasi millennial? Istilah millenial ini identik dengan generasi tipe Y yaitu peralihan dari generasi tipe X, mereka yang terlahir ketika teknologi sedang berkembang, pada kisaran tahun 1980- 2000.  Generasi ini memiliki karakteristik yang cukup istimewa, sebab mereka mulai bisa menikmati teknologi televisi berwarna, juga mulai mengenal telepon genggam ataupun internet. Sehingga  generasi ini mengalami sebuah perubahan yang cukup besar dalam berkomunikasi.

Akibat euforia yang cukup tinggi terhadap adanya teknologi baru yang mereka kenal, maka generasi ini cenderung memiliki sifat yang kurang peduli terhadap lingkungan sekitar. Kesibukan mereka di depan layar gawai menjadikannya seolah memiliki dunia tersendiri yang dirasa semakin menjauhkan relasi interpersonal.  Sensitivitas sosial beralih pada kesibukan berkomunikasi melalui media sosial.

Namun bukan berarti mereka kemudian abai dengan kondisi lingkungan yang membutuhkan bantuan. Melalui kemudahan akses internet, saat ini mereka dengan cepat bisa mengetahui berbagai wilayah atau bahkan kondisi sosial yang memprihatinkan. Sedemikian pesatny

a kemajuan arus informnasi menjadikan mereka tidak lagi perlu menantikan hadirnya berita di televisi ataupun media cetak untuk mendapatkan kabar pemberitaan terkini di wilayah yang jauh dari jangkauan. Sebut saja ketika bencana di Lombok beberapa waktu yang lalu terjadi, insyaa Allah banyak dari generasi muda yang mau peduli dan mengulurkan bantuan kemanusiaan.

Keberadaan gawai atau telepon genggam semakin memudahkan orang untuk berinfak dan bersedekah. Banyak yang menyadari bahwa dalam Islam, perintah bersedekah sebagai bagian dari kepedulian sosial tidaklah berbeda penerapannya pada setiap generasi. Perintah ini merupakan sebuah kewajiban mendasar bagi setiap individu yang beriman kepada Allah SWT.

“ Wahai orang-orang yang beriman!Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir itulah orang yang zalim.” (QS. Al Baqarah : 254)

Sehingga pada saat ini berkembang teknis infak dan sedekah yang pelaksanaannya lebih praktis, cocok dengan tipikal generasi millenial. Beberapa lembaga penyalur zakat, infak dan sedekah telah menyediakan layanan dalam satu genggam. Beberapa diantaranya memasang situs-situs di internet yang memberikan kabar terkini mengenai kondisi suatu wilayah maupun perorangan dengan kategori dhuafa. Di sana telah terpasang pula nomer rekening bank yang dapat digunakan untuk menyalurkan zakat, infak ataupun sedekah. Maka mudah bukan bagi siapa saja yang menggunakan akses mobile Banking untuk mentransfer dananya sebagai bagian dari bantuan kemanusiaan.Ada pula yang membuka pendaftaran bagi siapa saja yang bersedia menjadi relawan di daerah terdampak bencana.

Sesungguhnya telah terbuka banyak cara untuk beramal, menyedekahkan sebagian harta, waktu maupun tenaga di masa sekarang. Kelak di akhirat in syaa Allah tak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak bersedekah.

Wallahu’alam bi shawab