Tawadhu’


بسم الله الرحمن الرحيم
Semoga tetap dalam kerendahan hati dan terus membersamai jiwa 🙂

Tawadhu n Nerima Yang Bener

و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ دِينَارٍ جَمِيعًا عَنْ يَحْيَى بْنِ حَمَّادٍ قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ حَمَّادٍ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبَانَ بْنِ تَغْلِبَ عَنْ فُضَيْلٍ الْفُقَيْمِيِّ عَنْ إِبْرَاهِيمَ النَّخَعِيِّ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna..dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan.” Seorang laki-laki bertanya, “Sesungguhnya laki-laki menyukai baju dan sandalnya bagus (apakah ini termasuk kesombongan)?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”

HR. Muslim No. 91 Versi Syarah Muslim
______
Stop Point

Jadi manusia yo harus tau diri. Salah satu ciri kita tau diri itu, dengan cara hidup dengan tawadhu’. Tawadhu’ tuh apa?

Sebagian orang nyaman dengan nerjemahinnya rendah hati. Sukanya yg rendah rendah. Gak muncul ke permukaan. Sukanya dipojokan. Gak dominan. Ngalahan. See, gitu akibatnya kalo kita ngajinya pake terjemahan. Parahnya lagi, kalo akhirnya kita ngejudge orang yg seneng pake yg bagus bagus, orangnya dominan, selalu muncul ke permukaan, jadi center of attraction, dan senang beda otomatis dianggap gak tawadhu’.

Gini sob, tawadhu itu kalo secara bahasa artinya adalah tadzallul dan takhosyu’ (rendah n takut). Itu bahasa gampangnya. Banyak versi sih, tapi itu aja dulu. Kalau secara syariat, banyak juga, tapi ayo kita pahamin secara sdrhana dulu aja dari hadist diatas.

Hadist diatas tuh tentang sombong. Sombong tuh lawan tawadhu. Sombong kata baginda SAW adalah bukan yg seneng pake pake yg bagus, mahal, n elegan. Tapi sombong itu indikatornya dua : menolak kebenaran, dan ngeremehin manusia.

Maka kalo diurut dengan kaidah ushul fiqih mafhum mukholafah (pemahaman terbalik), maka tawadhu sebagai lawan kata dari sombong artinya : Menerima tanpa syarat kebenaran, dan menghargai manusia sesuai dengan posisi dan kelasnya.

Otak kita sama otak imam syafii pinteran siapa sob? Jelaslah jawabannya imam syafi’i. Diriwayatkan kalo beliau baca kitab di halaman tertentu, maka halaman disampingnya akan ditutup karena khawatir terlihat oleh mata dan langsung tertempel di kepalanya sakit kuatnya hafalan beliau. Kalo kelas beliau sekali liat kitab langsung terhafal, nah kalo kita sekali liat kitab, langsung tertidur😄.. Beda kelas..

Tapi apa kata beliau ketika bicara tentang kebenaran : ‘seandainya pendapatku bersebrangan dengan perkatan baginda SAW, maka campakkan pendapatku dan lempar ke tembok’..

See, sekelas supermega jenius kaya beliau, kalau udah urusan kata Alloh dan kata rosul, terima suka cita. Bukan sok pinter n nolak kebenaran. … Lah kita? Ada perintah aja masih diubek ubek mana pendapat ulama yg paling ringan n gak ngeberatin kita. Aturan Alloh dipilih pilih n tawar tawar sesuai keinginan. Meski dilihat orang kita nih bae banget, rendah hati, dicinta seluruh manusia, apakah kita orang yg tawadhu’? Kaga broo..

Ayok lebih baik lagi. Semoga kita disayang Alloh.
Alloh dulu, Alloh lagi, Alloh terus

Akhuukum fillah 😊:
bit.ly/ekamology
_____