Optimalisasi 10 Malam Terakhir Ramadhan


-wihdatulummah.org- Kini Ramadhan telah memasuki hari ke-23, artinya Ramadhan kurang lebih tinggal seminggu lagi. Seyogyanya kita lebih menggencarkan ibadah kita di 10 malam terakhir, dimana terdapat satu malam yaitu Lailatul Qodar (malam kemuliaan), yang lebih baik daripada malam seribu bulan. Aisyah ra. mengatakan:

Rasulullah SAW sangat giat beribadah di bulan ramadhan melebihi ibadahnya di bulan yang lain, dan pada sepuluh malam terakhirnya beliau lebih giat lagi melebihi hari lainnya. (HR. Muslim)

 

Makna 1000 Bulan

Pertama: makna 1000 bulan dipahami sesuai teks, yaitu benar-benar 1000 bulan. Ini berdasarkan hadits yang menyebutkan bahwa suatu hari Rasulullah saw menyebutkan kisah 4 orang Bani Israil yang menyembah Allah swt selama 80 tahun, tidak pernah sedikitpun mereka berbuat maksiat kepada Allah swt. Lantas para sahabat Rasulullah saw merasa kagum dengan kisah tersebut. Kemudian Malaikat Jibril datang dan berkata, “Wahai Muhammad, ummatmu kagum dengan mereka yang menyembah Allah swt selama 80 tahun, sedangkan Allah swt telah menurunkan kepadamu sesuatu yang lebih baik dari itu”, kemudian Malaikat Jibril membaca surat Al Qadar dan berkata, “Ini lebih mengagumkan bagi engkau dan ummatmu”. Hal itu membuat Rasulullah SAW merasa bahagia.

Kedua: nilai 1000 adalah sebuah kiasan yang berarti banyak. Jumlah bilangan 1000 selalu digunakan bangsa Arab masa lalu untuk menunjukkan sesuatu yang banyak, seperti yang terdapat dalam ayat: “Salah seorang di antara mereka ingin agar usianya dipanjangkan hingga 1000 tahun”. (QS. Al Baqarah[2]: 96).

Tanda-tandanya

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa Nabi SAW bersabda,

Dia adalah malam yang indah, sejuk, tidak panas, tidak dingin, di pagi harinya matahari terbit dengan cahaya merah yang tidak terang.” (H.r. Ibnu Khuzaimah)

Waktu terjadinya Lailatul Qodar

Terdapat pendapat yang mengatakan bahwa terjadinya malam Lailatul Qadar itu pada 10 malam terakhir bulan Ramadan, hal ini berdasarkan hadis dari Aisyah yang mengatakan : ” Rasulullah saw beri’tikaf di sepuluh hari terahir bulan Ramadan dan beliau bersabda, yang artinya: “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Mengisi 10 Malam Terakhir

Cara yang paling baik mengisi 10 malam terakhir adalah dengan beri’tikaf sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. I’tikaf ialah berdiam di masjid dengan niat yang khusus dan disertai ibadah. Ada beberapa yang dilakukan beliau saat beri’tikaf, diantaranya :

  1. Memperbanyak shalat sunnah. Rasulullah SAW bersabda :”Barangsiapa yang bangun (untuk shalat) pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”  (HR. Mutafaq ‘alaih)
  2. Memperbanyak membaca al-Qur’an. Rasulullah SAW biasa mengkhatamkan Al-Quran bersama Jibril a.s pada bulan Ramadhan.
  3. Memperbanyak Dzikir. Nabi SAW bersabda, “Hendaknya lisanmu senantiasa basah dengan dzikir pada Allah.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
  4. Memperbanyak Doa, terutama pada malam lailatul qodar. Dari ‘Aisyah ra bahwa dia bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana jika aku tahu suatu malam dari lailatul qadr, apa yang harus aku baca pada malam tersebut? Beliau bersabda: “bacalah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ

(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku).” Riwayat Imam Lima selain Abu Dawud.

Ciri-ciri Orang yang Mendapat Malam Lailatul Qadar

Adalah dia ibadahnya lebih rajin daripada sebelumnya. Dia jadi lebih rajin shalat, puasa, sedekah, dsb. Tidak berani mengerjakan hal-hal yang maksiat. Tidak mungkin dia mabuk-mabukan, berjudi, atau pun berpacaran/mendekati zina.

Mari kita optimalkan disisa waktu Ramadhan kita, jadikan Ramadhan ini adalah Ramadhan terbaik, karena belum tentu Ramadhan tahun depan kita masih diberikan kesempatan yang sama. Entah karena sakit ataupun tutupnya usia. Wallahu a’lam

 

Oleh : Fazrin Fadilah

Referensi :

  • Riyadhush Shalihin, Imam Nawawi
  • Tafsir Alquranil Azhim Ibnu Katsir
  • The Great Power Of Ramadhan, Fakhruddin Nursyam
  • nuansaislam.com