Tips Bagi Orang Tua Saat Ramadhan

Banyak orangtua yang merasa kerepotan ketika Ramadhan tiba. Alih-alih menginginkan kebaikan pada diri anak, yang terjadi justru sebaliknya. Meski jurus perintah sudah dikeluarkan dengan berbagai macam cara, namun ternyata kurang efektif untuk menjadikan anak mau mengisi waktunya dengan amal ibadah.

Dalam sebuah syair disebutkan : Bila orangtua suka menabuh gendang, maka anak akan menari. Orangtua yang hanya pandai mengeluarkan perintah, lama kelamaan perintahnya tidak akan didengar lagi.

Maka berbahagialah kita sebagai orangtua ketika Ramadhan tiba.  Sebab bulan ini adalah kesempatan emas bagi kita sebagai orangtua untuk memberikan contoh yang baik bagi anak-anak kita. Siang harinya kita bersama-sama dengan anak-anak akan belajar menahan nafsu dengan berpuasa. Malam harinya melaksanakan sholat Isya dan tarawih berjama’ah.

Kecintaan anak untuk beribadah dapat dikondisikan dengan membangun suasana kegembiraan dengan hadirnya Ramadhan. Berikan pemahaman bahwa segala amal ibadah di bulan ini akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah. Setiap detik di bulan Ramadhan menjadi sangat bernilai, dan tak pentas bila disia-siakan.

Kesan terindah juga sebisa mungkin dihadirkan dengan lantunan bacaan ayat-ayat Al Qur’an kita. Kelak mereka akan membawa kesan itu hingga usia dewasa. Banyak kisah ulama yang merasakan kuatnya pengaruh ini. Mereka mengatakan bahwa sejak kecil mencintai Al Qur’an karena mereka selalu mendengar suara ibunya membaca Al Qur’an. Abul Hasan Ali An-Nadwi seorang ulama dan pemikir Muslim kontemporer dari India telah mengakui hal tersebut. Beliau banyak menulis buku mengenai Al-Qur’an dan bahkan semua tulisannya selalu merujuk kepada Al-Qur’an, itu karena kebiasaannya sejak kecil berinteraksi dengan Al-Qur’an melalui suara ibunya yang diperdengarkan kepadanya secara langsung.

Tak hanya hubungan yang bersifat vertikal pada Allah, akhlak kepada sesama manusia juga saatnya menemukan momentum untuk perbaikan. Hindari hal-hal berikut :

  1. Bertengkar dengan sikap dan ucapan tak terkendali saat mereka ada
  2. Membentak mereka dengan kata-kata yang tak mendidik
  3. Berlebihan memukul sehingga menyebebkan mereka menjadi minder
  4. Membuka aurat, terutama bagi anak perempuan. Jangan tunggu anak perempuan kita berusia dewasa untuk membiasakannya menutup aurat.

Ciptakan kebahagiaan saat momentum berbuka dan sahur. Usahakan sambil menunggu buka puasa, membaca do’a sore hari. Demikian juga di waktu sahur. Bila perlu, ajak anak perempuan kita untuk menyiapkan menu sahur dan berbuka, sehingga akan muncul rasa bahagia dan percaya diri pada anak.

Kesempatan juga bagi kita untuk mengajari anak bersedekah. Ingatkan bahwa sedekah tidak mengurangi harta kita. Bahwa semakin kita perbanyak bersedekah, justru semakin berkah. Juga bahwa kebahagiaan justru didapat karena banyak memberi bantuan pada orang lain.

Kejar pula kenikmatan tarawih bersama anak dan keluarga. Betapa nikmatnya shalat berjama’ah yang dilakukan bersama-sama di masjid. Dan pahamkan pada anak bahwa kelak di hari kiamat, orang-orang yang selalu berjama’ah di masjid akan dilindungi dari terik yang panas.

-Selamat menikmati rahmat Allah di bulan Ramadhan, semoga Allah melimpahkan taufik dan hidayahNya kepada kita semua sehingga bisa beribadah dengan sebaik-baiknya bersama keluarga tercinta. –

Penulis : Ratih Nur’aini Lathifah, ST

Referensi : Tafsir Ayat-ayat Ramadhan, Dr. Amir Faishol Fath, Fath Institute.